By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Sunday, 11 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Ekonomi > Narasi Inflasi Terkendali dan Pertumbuhan Ekonomi Semu yang Menekan Rakyat
Ekonomi

Narasi Inflasi Terkendali dan Pertumbuhan Ekonomi Semu yang Menekan Rakyat

Diajeng Maharani
Last updated: January 8, 2026 12:21 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id — Pertumbuhan ekonomi semu kembali dibungkus dalam narasi inflasi terkendali dan stabilitas makro yang dipromosikan pemerintah. Angka inflasi rendah dijadikan bukti keberhasilan pengelolaan ekonomi, sementara pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) terus diumumkan positif. Namun di balik narasi tersebut, rakyat justru merasakan tekanan yang kian nyata: daya beli melemah, biaya hidup meningkat, dan rasa aman ekonomi semakin menipis.

Dalam beberapa bulan terakhir, publik dihadapkan pada paradoks ekonomi. Deflasi dan inflasi rendah terjadi bukan karena harga makin terjangkau, melainkan karena masyarakat menahan belanja. Di saat yang sama, pemberitaan tentang pemutusan hubungan kerja di sektor padat karya, meluasnya kerja kontrak dan informal, serta stagnasi upah terus bermunculan. Inflasi terkendali di data, tetapi tekanan hidup tak terkendali di lapangan.

Inflasi Rendah, Bukan Berarti Hidup Murah

Narasi inflasi terkendali sering disalahartikan sebagai keberhasilan menurunkan biaya hidup. Faktanya, banyak komponen pengeluaran utama rakyat—pangan tertentu, pendidikan, kesehatan, perumahan, dan transportasi—terus mengalami kenaikan harga. Inflasi agregat yang rendah menutupi kenyataan bahwa beban biaya hidup meningkat secara tidak merata dan paling dirasakan oleh kelas pekerja dan kelas menengah.

Akibatnya, rumah tangga terpaksa berhemat ekstrem, mengurangi kualitas konsumsi, bahkan mengorbankan tabungan demi bertahan.

Pertumbuhan yang Tidak Mengalir ke Rakyat

Pertumbuhan ekonomi yang diklaim stabil saat ini lebih banyak ditopang oleh sektor padat modal seperti komoditas dan keuangan. Sektor-sektor tersebut mampu menjaga angka pertumbuhan dan kepercayaan pasar, tetapi tidak menciptakan dampak luas bagi peningkatan pendapatan rakyat. Sebaliknya, sektor padat karya dan UMKM yang menyerap banyak tenaga kerja justru tertekan oleh biaya tinggi dan lemahnya permintaan.

Inilah wajah pertumbuhan ekonomi semu: tumbuh di statistik, tetapi tidak mengalir ke kehidupan mayoritas rakyat.

You Might Also Like

KPK Sita Aset Pejabat, Partai X: Kalau Rakyat yang Peras, Langsung Masuk Sel Tanpa Proses Panjang!
Kopdes Merah Putih Digodok, Partai X: Jangan Sampai Rakyat Diberi Bendera, Tapi Tak Diberi Modal!
Rakyat Sudah Terjepit, Cak Nun Serukan Revolusi Damai Ketatanegaraan
Anggaran Besar untuk Gedung, Anggaran Kecil untuk Rakyat

Rakyat Menjadi Penyangga Stabilitas

Dalam situasi fiskal yang menantang, beban penyesuaian ekonomi kerap dialihkan ke rakyat. Ketergantungan pada pajak konsumsi, penyesuaian tarif layanan publik, dan mahalnya kebutuhan dasar membuat rumah tangga menjadi penyangga utama stabilitas makro. Stabilitas dijaga, tetapi dengan mengorbankan ketahanan sosial dan daya beli masyarakat.

Model ini berisiko memperlemah fondasi ekonomi nasional dalam jangka menengah.

Solusi: Mengoreksi Narasi dan Arah Kebijakan

Untuk menghentikan tekanan terhadap rakyat akibat pertumbuhan ekonomi semu, diperlukan perubahan arah kebijakan yang lebih adil dan membumi, antara lain:

  1. Menjadikan daya beli dan ketahanan rumah tangga sebagai indikator utama keberhasilan ekonomi, bukan sekadar inflasi dan PDB.
  2. Mengurangi ketergantungan pada pajak konsumsi, serta memperkuat sistem perpajakan yang progresif dan berkeadilan.
  3. Mengendalikan biaya hidup esensial, terutama pangan, pendidikan, kesehatan, dan perumahan.
  4. Mendorong penciptaan kerja layak dan peningkatan upah riil, agar produktivitas sejalan dengan kesejahteraan.
  5. Mengalihkan fokus pertumbuhan ke sektor padat karya dan bernilai tambah, yang mampu memperkuat konsumsi domestik.

Inflasi terkendali dan pertumbuhan ekonomi tidak seharusnya menjadi slogan kosong. Selama narasi stabilitas justru menekan rakyat, pertumbuhan yang dipromosikan akan tetap semu tampak berhasil di laporan, tetapi gagal menghadirkan keadilan dan kesejahteraan di kehidupan nyata.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Pemerintah Bayaran: Antara Jabatan, Upah, dan Kesadaran Moral
Next Article Pemerintahan Bergaji Publik, Kebijakan Tak Publik

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Banjir Bandang Disebut Salah Hujan: Padahal yang Menebang Hutan Bukan Awan
Pemerintah

Banjir Bandang Disebut Salah Hujan: Padahal yang Menebang Hutan Bukan Awan

December 19, 2025
Pemerintah

Banjir Bandang Adalah Catatan Kegagalan dari Dua Level Kekuasaan

December 15, 2025
Pemerintah

Biaya Demokrasi Dipersoalkan, Biaya Kekuasaan Dihalalkan

December 23, 2025
Ia membeli beras premium demi memberi makanan terbaik bagi keluarganya, namun kenyataannya tidak demikian.
Ekonomi

Beras Premium Oplosan, Partai X: Rakyat Bayar Mahal, Malah Kasih Nasi 

July 14, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.