By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 8 October 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Ekonomi > Potret Pertumbuhan Ekonomi: Biaya Naik, Pajak Naik
Ekonomi

Potret Pertumbuhan Ekonomi: Biaya Naik, Pajak Naik

Diajeng Maharini
Last updated: January 7, 2026 11:38 am
By Diajeng Maharini
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id — Potret pertumbuhan ekonomi Indonesia kembali ditampilkan dengan narasi optimistis. Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) diklaim terjaga, inflasi disebut terkendali, dan stabilitas makro dinilai aman. Namun di balik klaim tersebut, realitas yang dihadapi rakyat justru menunjukkan tekanan ganda: biaya hidup terus naik, sementara pajak juga semakin diperluas. Pertumbuhan ekonomi berjalan, tetapi beban hidup masyarakat kian berat.

Dalam beberapa bulan terakhir, publik menghadapi kenaikan biaya kebutuhan dasar seperti pangan, pendidikan, kesehatan, dan perumahan. Pada saat yang sama, pemerintah mendorong optimalisasi penerimaan negara, termasuk melalui perluasan pajak dan wacana kenaikan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen. Kombinasi biaya hidup naik dan pajak naik ini menimbulkan pertanyaan serius: pertumbuhan ekonomi ini untuk siapa?

Pertumbuhan Ada, Beban Rakyat Bertambah

Pertumbuhan ekonomi Indonesia saat ini banyak ditopang oleh sektor-sektor padat modal seperti komoditas dan keuangan. Sektor-sektor ini mampu menjaga angka pertumbuhan, tetapi tidak banyak menciptakan lapangan kerja berkualitas. Sementara itu, mayoritas rakyat yang hidup dari upah dan usaha kecil justru menghadapi tekanan biaya yang semakin tinggi.

Ketika pendapatan stagnan, kenaikan harga dan pajak membuat ruang ekonomi rumah tangga semakin sempit. Banyak keluarga dipaksa berhemat, mengurangi konsumsi, bahkan menguras tabungan untuk bertahan.

Pajak Konsumsi dan Ketidakadilan Beban

Ketergantungan pada pajak konsumsi seperti PPN berpotensi memperdalam ketimpangan. Pajak jenis ini bersifat regresif, karena membebani kelompok berpendapatan rendah dan kelas menengah lebih besar secara proporsional. Di tengah daya beli yang melemah dan kerja rentan yang meluas, menjadikan pajak sebagai andalan justru berisiko menekan konsumsi domestik—penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Alih-alih memperkuat fondasi ekonomi, kebijakan semacam ini dapat mempercepat pelemahan daya beli rakyat.

You Might Also Like

Penangkapan Bos Baja, Upaya Lindungi Keuangan Negara dan Rakyat
Korupsi Bukan Hanya Mengambil Uang, Tapi Juga Hancurkan Demokrasi
Tipuan Demokrasi yang Dibiarkan Terus Berlanjut: Ketika Pemerintah Kehilangan Arah
Mentan Target 33,8 Juta Ton Beras, Partai X: Target Naik, Tapi Petani Masih Tercekik Biaya Produksi!

Jurang antara Angka dan Kehidupan Nyata

Kondisi biaya naik dan pajak naik menunjukkan adanya jurang antara pertumbuhan ekonomi di data dan kehidupan nyata masyarakat. Stabilitas makro yang dijaga dengan menekan rakyat berpotensi menciptakan pertumbuhan semu. Tanpa kesejahteraan rakyat sebagai fondasi, pertumbuhan ekonomi menjadi rapuh dan mudah terguncang.

Situasi ini menegaskan bahwa persoalan utama bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan, melainkan memastikan pertumbuhan tersebut adil dan dirasakan bersama.

Solusi: Mengurangi Beban, Memperkuat Fondasi

Untuk keluar dari paradoks pertumbuhan dengan beban hidup yang kian berat, diperlukan langkah kebijakan yang lebih berpihak pada rakyat, antara lain:

  1. Menahan dan mengevaluasi kebijakan pajak konsumsi, terutama di tengah daya beli masyarakat yang melemah.
  2. Mereformasi sistem perpajakan secara progresif, dengan memperkuat pajak pada kelompok berpenghasilan tinggi dan sektor ekonomi besar.
  3. Mengendalikan biaya hidup esensial, khususnya pangan, pendidikan, kesehatan, dan perumahan.
  4. Mendorong penciptaan kerja layak dan peningkatan upah riil, agar pertumbuhan ekonomi berdampak langsung pada kesejahteraan.
  5. Memastikan pertumbuhan yang inklusif dan merata, sehingga beban dan manfaat ekonomi dibagi secara adil.

Potret pertumbuhan ekonomi seharusnya tidak identik dengan biaya dan pajak yang terus naik. Selama rakyat merasakan tekanan yang kian berat, klaim pertumbuhan hanyalah angka—tanpa makna kesejahteraan yang sesungguhnya.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Stabilitas Makro Dijaga, Ketahanan Rakyat Dikorbankan Stabilitas Makro Dijaga, Ketahanan Rakyat Dikorbankan
Next Article Pertumbuhan Ekonomi Semu dan Ilusi Kesejahteraan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

“Pengalihan Pengadilan Pajak ke Mahkamah Agung dalam sistem peradilan Indonesia”
Berita Terkini

Catatan Adaptasi Pengadilan Pajak Menyongsong Pengalihan ke Mahkamah Agung

December 19, 2025
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Janji Obat Gratis Hanya Jika Ada Dana, Partai X: Bukankah Anggaran Rakyat Seharusnya untuk Rakyat?
Sosial

Janji Obat Gratis Hanya Jika Ada Dana, Partai X: Bukankah Anggaran Rakyat Seharusnya untuk Rakyat?

July 25, 2025
Agama

Kemenag Bentuk Ditjen Pesantren, Partai X: Santri Butuh Kepastian, Bukan Struktur Baru!

October 24, 2025
Presiden adalah outsourcing
Pemerintah

Presiden Adalah Outsourcing: Rakyat Majikan yang Sering Dilupakan

May 13, 2026
Pemerintah

Bangsa Kehilangan Arah: Mengapa Kedaulatan Rakyat Harus Dikembalikan? dalam Buku Free Indonesia Save Nusantara Jilid 1

September 11, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Renewable Energy
  • Hot
  • Politics
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.