By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 17 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Krisis Keadilan: Proyek Nasional Jalan Terus, Lingkungan Runtuh Pelan-Pelan
Pemerintah

Krisis Keadilan: Proyek Nasional Jalan Terus, Lingkungan Runtuh Pelan-Pelan

Diajeng Maharani
Last updated: January 2, 2026 10:17 am
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Krisis keadilan semakin nyata ketika proyek-proyek nasional terus digenjot atas nama pembangunan dan pertumbuhan ekonomi, sementara kerusakan lingkungan dibiarkan terjadi secara perlahan namun pasti. Negara berbicara tentang kemajuan, konektivitas, dan investasi, tetapi di banyak wilayah, rakyat justru harus menanggung banjir, longsor, krisis air bersih, hingga hilangnya ruang hidup. Pembangunan berjalan cepat, perlindungan lingkungan tertinggal jauh.

Proyek Strategis Nasional dan Jejak Kerusakan Ekologis

Dalam beberapa waktu terakhir, berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) mulai dari kawasan industri, pertambangan, bendungan, hingga infrastruktur transportasi dikaitkan dengan meningkatnya bencana ekologis. Banjir berulang di wilayah Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Sumatra kerap terjadi di sekitar kawasan alih fungsi hutan dan lahan. Di banyak kasus, pembukaan hutan dan eksploitasi sumber daya alam dilakukan dengan dalih kepentingan nasional.

Namun, kepentingan nasional sering kali diterjemahkan sempit sebagai kepentingan ekonomi jangka pendek.

Lingkungan Menjadi Korban Paling Awal

Kerusakan lingkungan jarang langsung terlihat dalam laporan keberhasilan proyek. Ia muncul perlahan: sungai yang tercemar, tanah yang kehilangan daya serap, hutan yang tak lagi mampu menahan air, serta masyarakat adat dan petani yang kehilangan sumber penghidupan. Ketika bencana datang, narasi yang dibangun sering kali menyalahkan cuaca ekstrem, bukan kebijakan yang membuka ruang kerusakan. Dalam krisis keadilan ini, alam dan rakyat berada di posisi paling lemah.

Ketimpangan Tanggung Jawab Negara

Ironisnya, ketika proyek gagal melindungi lingkungan, beban justru dialihkan kepada masyarakat. Rakyat diminta “bersabar”, “beradaptasi”, atau “direlokasi”, sementara aktor-aktor ekonomi yang diuntungkan jarang dimintai pertanggungjawaban serius. Analisis dampak lingkungan kerap menjadi formalitas, dan pengawasan negara melemah ketika berhadapan dengan kepentingan modal besar.

Negara hadir kuat untuk proyek, tetapi lemah untuk perlindungan.

You Might Also Like

Sekolah Garuda Perluas Kesempatan, Partai X: Jangan Cuma Sekolah, Tapi Kesejahteraan!
Purbaya Tambah Penerimaan Negara Tanpa Utang, Partai X: Rakyat Tetap Terbebani!
Rasio Pajak Naik 12%, Partai X: Jangan Tambah Beban Warga!
Ekonomi Tumbuh, Risiko Sosial dari Perusahaan Zombie Indonesia

Pembangunan yang mengorbankan lingkungan sejatinya adalah pembangunan yang menunda bencana. Ketika hutan habis, air kehilangan jalannya; ketika ruang hidup rusak, konflik sosial meningkat. Dalam konteks ini, krisis keadilan tidak hanya soal hukum atau ekonomi, tetapi juga keadilan ekologis antarwilayah dan antargenerasi. Anak cucu menanggung dampak dari kebijakan yang tidak mereka pilih.

Solusi: Menempatkan Lingkungan sebagai Subjek Keadilan

Negara harus menghentikan paradigma pembangunan yang memisahkan ekonomi dari ekologi. Evaluasi menyeluruh terhadap proyek nasional yang berdampak besar pada lingkungan wajib dilakukan secara transparan dan melibatkan masyarakat terdampak. Penegakan hukum lingkungan harus diarahkan pada aktor perusak, bukan sekadar menertibkan warga. Analisis dampak lingkungan harus menjadi instrumen perlindungan nyata, bukan stempel administratif. Lebih jauh, kebijakan pembangunan harus mengakui bahwa keadilan lingkungan adalah bagian tak terpisahkan dari keadilan sosial dan kedaulatan rakyat. Tanpa perubahan arah kebijakan, proyek nasional akan terus berjalan namun lingkungan dan masa depan rakyat akan runtuh pelan-pelan.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Kejagung Usut Kasus Ratusan Triliun, Negara Harus Respons Cepat!
Next Article Jaksa Dijatuhi Sanksi, Korupsi Harus Dibersihkan dari Aparatur Negara!

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Seputar Pajak

Pajak Mencekik Rakyat: Ketika Setiap Keputusan Kebijakan Menambah Beban dan Mengurangi Kesejahteraan

February 16, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Prabowo Dinilai Makin Berwibawa, Partai X: Di Panggung Dunia Bersinar, di Dapur Rakyat Masih Gelap Gulita!

June 26, 2025
Pemerintah

Usul WFA Diperpanjang! Partai X: Liburan atau Lengah Tangani Arus Balik?

March 18, 2025
Pemerintah

Komisi III Bahas Anggaran Serius, Partai X: Serius Anggaran atau Serius Jatah Posisi?

May 15, 2025
Pemerintah

Penyalahgunaan Kekuasaan dalam Demokrasi Tanpa Integritas: Bagaimana Negara Dikuasai oleh Penguasa?

February 13, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.