By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Thursday, 1 January 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Krisis Keadilan: Narasi Dibangun Rapi, Realitas Rakyat Dibiarkan Berantakan
Pemerintah

Krisis Keadilan: Narasi Dibangun Rapi, Realitas Rakyat Dibiarkan Berantakan

Diajeng Maharani
Last updated: December 31, 2025 12:49 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Krisis keadilan semakin nyata ketika pemerintah begitu piawai membangun narasi keberhasilan, stabilitas, dan kemajuan, sementara di lapangan rakyat justru bergulat dengan masalah yang tak kunjung diselesaikan. Antara pidato resmi dan kenyataan hidup warga, terbentang jurang yang makin lebar narasi dibangun rapi, tetapi realitas rakyat dibiarkan berantakan.

Kondisi ini memperlihatkan bahwa komunikasi negara lebih maju daripada keberpihakan kebijakan.

Statistik Naik, Beban Hidup Ikut Naik

Berbagai indikator makro kerap dipamerkan sebagai bukti keberhasilan. Namun, di tingkat rumah tangga, rakyat menghadapi kenaikan harga, sulitnya lapangan kerja, penggusuran ruang hidup, serta akses keadilan yang mahal dan berbelit. Ketika statistik menjadi tameng, keluhan rakyat sering dianggap gangguan, bukan peringatan.

Narasi keberhasilan yang tidak menyentuh realitas hanya mempertebal rasa ketidakadilan.

Alih-alih hadir menyelesaikan persoalan, negara kerap memilih mengelola persepsi. Kritik dibalas klarifikasi, protes dijawab dengan penjelasan normatif, dan penderitaan rakyat ditutupi jargon. Akibatnya, masalah struktural ketimpangan, penggusuran, dan kemiskinan terus menumpuk tanpa solusi tuntas. Di sinilah keadilan terasa hilang: negara terlihat aktif, tetapi rakyat tetap terluka.

Tanggapan Rinto Setiyawan: Negara Harus Turun ke Realitas

Anggota Majelis Tinggi Partai X, Rinto Setiyawan, menegaskan bahwa negara tidak boleh berhenti pada narasi.

You Might Also Like

Korupsi Kuota Haji, Partai X: Rakyat Beribadah Jangan Jadi Dagangan!
PAN Hentikan Gaji Eko Patrio dan Uya Kuya, Partai X: Stop Juga Privilege DPR Lain!
Airlangga Janji Cicil Rumah BPJS TK, Partai X: Rakyat Butuh Rumah, Bukan Janji!
Ketika Putusan Hukum Kehilangan Rasa Keadilan, Refleksi atas Putusan Pengadilan Pajak CV Rose Selular

“Tugas negara itu tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika yang dibangun hanya narasi, sementara realitas rakyat dibiarkan berantakan, maka negara sedang lalai menjalankan tugas dasarnya,” tegas Rinto.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan negara harus diukur dari kondisi hidup rakyat, bukan dari seberapa rapi pidato dan data yang disampaikan.

Dampak Sosial dari Ketimpangan Narasi dan Realitas

Ketika rakyat terus hidup dalam ketidakpastian, kepercayaan pada negara akan terkikis. Rasa apatis, kemarahan sosial, dan jarak antara penguasa dan warga menjadi konsekuensi yang tak terelakkan. Negara yang lebih fokus mengelola citra daripada memperbaiki keadaan berisiko memperdalam krisis keadilan.

Keadilan tidak tumbuh dari narasi, melainkan dari tindakan nyata.

Solusi: Mengganti Narasi dengan Keberpihakan

Untuk keluar dari krisis ini, diperlukan langkah konkret:

  1. Menghentikan kekuasaan pencitraan dan memprioritaskan penyelesaian masalah rakyat.
  2. Menjadikan kebijakan publik berbasis realitas lapangan, bukan sekadar data di atas kertas.
  3. Memperkuat fungsi perlindungan negara bagi kelompok rentan dan terdampak kebijakan.
  4. Membuka ruang partisipasi dan kritik sebagai alat koreksi, bukan ancaman.
  5. Menjalankan tugas negara secara utuh: melindungi, melayani, dan mengatur dengan keberpihakan jelas pada rakyat.

Rinto Setiyawan menutup dengan penegasan negara tidak dinilai dari seberapa indah narasinya, tetapi dari seberapa adil kehidupan rakyatnya.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Krisis Ekonomi: Penguasa Diam Saat Buruh Diperas
Next Article Krisis Ekonomi: Upah Ditekan, Serikat Dibungkam

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pendidikan

Aturan Kekerasan Sekolah 2026, Partai X Desak Perlindungan Siswa

November 24, 2025
PemerintahSeputar Pajak

Tolak CEO Danantara, Pajak Harus Pro Rakyat, Bukan Pemberian!

December 22, 2025
keadilan
PemerintahSeputar Pajak

Ilmu Siluman Fiskus (Bagian1): Ketika Pajak Tak Lagi Soal Keadilan, Tapi Kekuasaan

May 28, 2025
Pemerintah

Layanan Delivery MBG ke Rumah Siswa, Pastikan Kualitas, Jangan Gimmick!

December 22, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.