By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Tuesday, 17 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Di Hadapan Korban Bencana, Kekuasaan Justru Dipuja
Pemerintah

Di Hadapan Korban Bencana, Kekuasaan Justru Dipuja

Diajeng Maharani
Last updated: December 29, 2025 1:00 pm
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id – Di tengah reruntuhan rumah, pengungsian darurat, dan jeritan korban bencana, perhatian negara justru sering bergeser. Alih-alih fokus pada pemulihan warga, panggung publik dipenuhi pujian terhadap kekuasaan: kunjungan simbolik, pernyataan seremonial, dan narasi keberhasilan pemerintah yang terasa jauh dari kenyataan lapangan.

Bencana yang seharusnya menjadi momen empati dan tanggung jawab negara, kerap berubah menjadi ajang legitimasi kekuasaan.

Saat rakyat berjuang memenuhi kebutuhan paling dasar air bersih, makanan, tempat tinggal negara justru terlihat sibuk membangun kesan kehadiran. Kamera menyala, pernyataan resmi dirilis, namun distribusi bantuan berjalan lambat dan tidak merata.

Kesenjangan ini menimbulkan pertanyaan serius: apakah negara hadir untuk menolong korban, atau sekadar memastikan citra kekuasaan tetap utuh?

Bencana sebagai Panggung, Bukan Panggilan Tanggung Jawab

Bencana seharusnya memaksa negara bekerja lebih rendah hati dan responsif. Namun yang terjadi, penderitaan rakyat sering diperlakukan sebagai latar belakang, sementara kekuasaan ditempatkan di pusat narasi. Pujian kepada pemimpin dan klaim kinerja lebih dominan daripada evaluasi kebijakan yang menyebabkan kerentanan bencana itu sendiri.

Akibatnya, akar masalah mulai dari tata kelola lingkungan hingga kesiapsiagaan negara tidak pernah benar-benar disentuh.

You Might Also Like

Panglima TNI Minta Sirine Sesuai Aturan, Partai X: Aturan Jangan Cuma untuk Rakyat!
Zulhas Jadi Menko Terbaik Versi Survei, Partai X: Ukurannya Harus Rakyat, Bukan Lembaga Bayaran!
Rangkap Jabatan Dirjen Pajak di BTN:  Partai X Desak Pencopotan Rangkap Jabatan
Kemandirian Energi dan Pangan Adalah Benteng Kedaulatan Bangsa

Kehadiran pejabat di lokasi bencana sering kali bersifat simbolik. Bantuan datang terlambat, koordinasi buruk, dan korban dipaksa bertahan dengan daya seadanya. Negara tampak hadir di depan kamera, tetapi tidak cukup hadir dalam kehidupan korban sehari-hari.

Di sinilah kepercayaan publik kembali tergerus.

Tanggapan Prayogi R. Saputra: Pujian Kekuasaan Tidak Menyelamatkan Nyawa

Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute, Prayogi R. Saputra, menilai pola ini sebagai kegagalan memahami fungsi dasar negara.

“Di hadapan korban bencana, yang paling dibutuhkan bukan pujian kepada kekuasaan, tapi kehadiran negara yang melindungi, melayani, dan mengatur dengan benar,” tegas Prayogi.

Ia mengingatkan bahwa tugas negara tidak berubah dalam kondisi apa pun.

“Tugas negara itu hanya tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Jika dalam situasi darurat negara justru sibuk dipuja, maka yang hilang adalah empati dan tanggung jawab,” lanjutnya.

Menurut Prayogi, bencana adalah ujian paling jujur bagi negara. Dalam situasi ekstrem, rakyat bisa membedakan mana kepemimpinan yang bekerja dan mana yang hanya berkomunikasi.

“Nyawa dan keselamatan rakyat tidak bisa digantikan oleh narasi keberhasilan atau simbol kekuasaan,” ujarnya.

Solusi: Mengembalikan Negara ke Posisi Pelindung Rakyat

Agar tragedi kemanusiaan tidak terus menjadi panggung kekuasaan, diperlukan langkah nyata:

  • Menempatkan kebutuhan korban sebagai prioritas mutlak, bukan sekadar citra
  • Mempercepat respons darurat berbasis kebutuhan nyata di lapangan
  • Menghentikan kepentingan kekuasaan bencana dan narasi pencitraan
  • Mengevaluasi kebijakan struktural yang memperparah dampak bencana
  • Membangun sistem penanggulangan bencana yang transparan dan akuntabel

Di hadapan korban bencana, negara seharusnya menundukkan ego kekuasaan, bukan memujanya. Sebab bagi rakyat yang kehilangan rumah dan keluarga, yang dibutuhkan bukan simbol kepemimpinan, melainkan perlindungan nyata dari negara yang hadir sepenuhnya.

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Antara Retorika dan Realita Keadaan Indonesia: Penguasa yang Bicara Keadilan, Rakyat yang Menanggung Ketimpangan
Next Article DPR Ramai Jabatan, Sepi Pembelaan

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Seputar Pajak

Pajak Mencekik Rakyat: Ketika Setiap Keputusan Kebijakan Menambah Beban dan Mengurangi Kesejahteraan

February 16, 2026
Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

Kenapa Biaya Politik Terus Meningkat, Sementara Rakyat Semakin Terpuruk?

January 28, 2026
Pemerintah

77% Publik Puas, Partai X: Sejahtera Itu Nyata, Bukan Survei!

October 13, 2025
Pemerintah

Warga Ingin Hentikan DPR, Partai X: Evaluasi Harus Berbasis Kinerja

November 24, 2025
Pemerintah

“Wicked Problem” dan Ilusi Ketidakmungkinan dalam Negara yang Rusak 

February 3, 2026
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.