By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Monday, 9 February 2026

Wawasan eksklusif, data, dan analisis untuk para NEGARAWAN

Jelajahi Sekarang
Logo Berita X
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Berita Terkini
  • Pilihan Editor
  • Kategori Berita
    • Agama
    • Berita Terkini
    • Ekonomi
    • Gaya Hidup
    • Hiburan
    • Internasional
    • Kriminal
    • Pemerintah
    • Pendidikan
    • Seputar Pajak
    • Sosial
    • Teknologi
Font ResizerAa
  • Internasional
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Seputar Pajak
  • Agama
  • Ekonomi
  • Kriminal
  • Sosial
  • Gaya Hidup
  • Hiburan
Font ResizerAa
Berita XBerita X
  • Berita Terkini
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Pemerintah
  • Teknologi
Cari Artikel
  • Beranda
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Berita Terkini
  • Ekonomi
  • Pemerintah
  • Teknologi
  • Pendidikan
  • Kriminal
© 2025 beritax.id - All Rights Reserved.
Berita X > Blog > Pemerintah > Teknologi Harus Membebaskan Bukan Mengontrol Warga Negara
Pemerintah

Teknologi Harus Membebaskan Bukan Mengontrol Warga Negara

Diajeng Maharani
Last updated: October 31, 2025 10:49 am
By Diajeng Maharani
Share
3 Min Read
SHARE

beritax.id — Ketua Umum Partai X, Erick Karya, menegaskan bahwa teknologi harus digunakan untuk membebaskan dan memberdayakan rakyat, bukan mengawasi atau mengekang mereka. Menurutnya, kemajuan digital seharusnya menjadi sarana memperkuat kedaulatan rakyat, bukan memperbesar kekuasaan pemerintah atas warganya. “Negara harus sadar, teknologi bukan alat kontrol, tetapi alat pelayanan. Rakyat bukan obyek pengawasan,” ujarnya di Jakarta, Rabu (29/10). 

Ia menambahkan bahwa digitalisasi yang salah arah dapat mengubah negara demokratis menjadi negara pengawasan.

Negara Harus Melindungi Privasi dan Kebebasan Digital Warga

Erick menyoroti meningkatnya praktik pengumpulan data pribadi warga tanpa kejelasan tujuan dan perlindungan yang memadai. Ia menyebut, kedaulatan digital adalah bagian dari kedaulatan rakyat. “Data pribadi rakyat adalah hak yang harus dijaga, bukan aset yang diperjualbelikan atau dimanipulasi untuk kepentingan individu,” katanya.

Menurutnya, pemerintah harus membuat regulasi ketat agar data digital warga hanya digunakan untuk pelayanan publik, bukan pengendalian sosial. Tanpa itu, teknologi justru menjadi ancaman terhadap kebebasan sipil dan hak asasi manusia.

Prinsip Partai X: Teknologi untuk Rakyat, Bukan Rakyat untuk Teknologi

Dalam Prinsip Partai X, ditegaskan bahwa negara wajib memastikan teknologi berpihak pada kemanusiaan, keadilan, dan kesejahteraan rakyat. Teknologi harus menjadi jembatan bagi pelayanan publik yang efisien dan adil, bukan alat monopoli kekuasaan. Erick Karya mengingatkan bahwa tugas negara ada tiga: melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat dengan adil. “Ketika negara lebih sibuk memantau rakyat daripada melindungi mereka, berarti kedaulatan telah bergeser dari rakyat ke rezim,” tegasnya.

Menurutnya, teknologi yang benar adalah teknologi yang mengembalikan kendali ke tangan rakyat.

You Might Also Like

Kesalahan Sistem Negara: Bendahara Ambil Alih Aset Negara
Pemerintah Wajibkan Bayar Royalti Lagu di Resto, Keadilan untuk Seniman!
Dampak Kerusakan Ekologis yang Tidak Pernah Masuk Hitungan Kebijakan
Purbaya Tambah Penerimaan Negara Tanpa Utang, Partai X: Rakyat Tetap Terbebani!

Ketua Umum Partai X itu juga menilai bahwa penerapan teknologi tanpa nilai moral dapat menimbulkan penyalahgunaan kekuasaan. Teknologi yang tidak diarahkan dengan etika Pancasila akan menciptakan sistem sosial yang dingin, tanpa nurani, dan kehilangan kemanusiaan. “Pancasila harus menjadi fondasi dalam setiap kebijakan digital. Tanpa nilai kemanusiaan, kecerdasan buatan hanya akan melahirkan ketidakadilan,” ujarnya.

Ia menegaskan, inovasi digital harus tetap menghormati prinsip kemanusiaan yang adil dan beradab.

Solusi Partai X: Membangun Teknologi yang Berkeadilan dan Beretika

Partai X menawarkan serangkaian solusi konkret agar teknologi benar-benar berpihak pada rakyat, bukan kekuasaan:

  1. Membangun regulasi perlindungan data nasional yang transparan dan partisipatif dengan pengawasan publik.
  2. Mengembangkan teknologi digital berbasis kemandirian nasional, bukan ketergantungan pada korporasi asing.
  3. Menjamin keterbukaan algoritma pemerintah agar keputusan berbasis data dapat diaudit secara publik.
  4. Menerapkan etika Pancasila dalam kebijakan digital agar inovasi tidak mengorbankan nilai kemanusiaan.
  5. Memberdayakan masyarakat digital melalui literasi siber, agar rakyat menjadi subyek aktif dalam ekosistem teknologi.

Teknologi sebagai Cermin Kedaulatan Rakyat Modern

Erick Karya menegaskan, teknologi tidak boleh menjauhkan negara dari rakyatnya. Sebaliknya, teknologi harus memperkuat hubungan pelayanan, kepercayaan, dan transparansi antara negara dan warga negara. “Negara yang berdaulat adalah negara yang menjadikan teknologi sebagai alat pembebasan rakyat dari kebodohan dan ketimpangan,” tegasnya. 

Ia menutup dengan pesan tegas, “Teknologi harus dikendalikan oleh nurani bangsa, bukan oleh nafsu kekuasaan.”

TAGGED:Berita Trending
Share This Article
Whatsapp Whatsapp Email Copy Link Print
Previous Article Sinkronisasi Program Pemda, Partai X: Jangan Hanya Rapat, Harus Nyata!
Next Article Struktur Negara yang Rusak dan Kedaulatan yang Hilang

Berlangganan Newsletter

Berlanggananlah buletin kami untuk segera mendapatkan artikel terbaru kami!
XFollow
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
WhatsAppFollow

Top News

Pemerintah

Danantara, Proyek Besar Tanpa Kontrol? Partai X Pertanyakan Transparansi

February 24, 2025
Ekonomi

Bank Emas Prabowo: Solusi Ekonomi atau Kontroversi Baru?

February 24, 2025
Berita Terkini

“Indonesia Gelap” dianggap Reaksi Kaget Rakyat Soal Kebijakan, Partai X: Prabowo Harus Dengarkan Aspirasi!

February 24, 2025
Ekonomi

Heboh Seruan Tarik Dana dari Bank Karena Danantara, Partai X Soroti Transparansi

February 24, 2025

You May also Like

Pemerintah

UU Baru Perkuat Peran TNI! Partai X: Harus Jadi Benteng Rakyat, Bukan Alat Kepentingan!

March 17, 2025
Viral Anak Aniaya Ibu, Partai X: Polisi Jangan Nunggu Viral Baru Bergerak Lindungi Rumah Tangga!
Kriminal

Viral Anak Aniaya Ibu, Partai X: Polisi Jangan Nunggu Viral Baru Bergerak Lindungi Rumah Tangga!

June 24, 2025
Pemerintah

Bagaimana Nasib Bangsa Jika Pejabat Tidak Takut Pada Rakyat?

November 21, 2025
Kebijakan ini mulai berlaku 1 Agustus 2025. Di wilayah DKI Jakarta, harga Pertamax (RON 92) turun menjadi Rp12.200 per liter dari sebelumnya Rp12.500.
Pemerintah

Harga Pertamax Turun, Tapi BBM Lain Naik: Partai X Bongkar Jurus Tipu-Tipu Harga ala Penguasa!

August 1, 2025
Show More
  • Berita Lain:
  • Berita Trending
  • Pilihan Editor
  • Hot
  • Politics
  • Renewable Energy
  • Yudizaman
  • Hotel Ayani
  • CV Hotel Wisata
Logo Berita X

Membaca Masalah, Menyajikan Solusi untuk Negeri: Sajian berita terbaru hari ini seputar politik,
hukum, kriminal, olahraga, otomotif, hingga teknologi, di Indonesia dan dunia.

Youtube Instagram X-twitter

Tentang Legalitas

Nama : PT PENERBITX INDONESIA JAYA
Nomor AHU : AHU-010653.AH.01.30.Tahun 2025
Alamat :  Muara Sarana Indah C- Jetis, Malang , Jawa Timur 
Contact Person  : 0816-633-250

  • Beriklan dengan kami
  • Privacy Policy
  • Cookie Policy
© Foxiz News Network. Ruby Design Company. All Rights Reserved.