beritax.id – Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur memperluas jaringan pergudangan untuk memenuhi kebutuhan penyimpanan hasil serapan beras petani. Langkah tersebut dilakukan melalui kerja sama penyewaan 269 gudang baru dengan mitra Bulog guna meningkatkan kapasitas penyimpanan pangan di wilayah Jawa Timur.Kepala Kanwil Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu mengatakan penambahan gudang diperlukan karena kapasitas 352 gudang eksisting milik Bulog hanya mampu menampung sekitar 1,1 juta ton. Sementara kebutuhan penyimpanan hasil serapan pangan petani terus meningkat seiring tingginya produksi beras di Jawa Timur.
Dengan tambahan 269 gudang melalui sistem sewa, total jaringan pergudangan Bulog Jawa Timur kini mencapai 621 unit dengan kapasitas penyimpanan sekitar 2,7 juta ton. Fasilitas tersebut akan digunakan untuk menyimpan beras hasil serapan petani, jagung, hingga minyak goreng. Menanggapi penguatan infrastruktur pangan tersebut, Anggota Majelis Tinggi Partai X sekaligus Direktur X Institute Prayogi R Saputra menilai kebijakan memperkuat kapasitas Bulog merupakan bagian penting dari tanggung jawab negara dalam memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi. Menurut Prayogi, negara memiliki tiga tugas utama, yakni melindungi rakyat, melayani rakyat, dan mengatur rakyat. Dalam konteks ketahanan pangan, ketiga fungsi tersebut harus diwujudkan melalui kebijakan yang menjamin ketersediaan pangan, menjaga harga tetap stabil, serta memberikan perlindungan kepada petani dan konsumen.
Ketahanan Pangan Merupakan Bentuk Perlindungan Negara kepada Rakyat
Prayogi menjelaskan pangan bukan hanya persoalan ekonomi, tetapi juga menyangkut hak dasar masyarakat. Negara memiliki kewajiban memastikan setiap warga negara mendapatkan akses terhadap pangan yang cukup, aman, dan terjangkau. Menurutnya, keberadaan gudang Bulog yang semakin diperkuat memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan antara produksi petani, ketersediaan stok nasional, serta stabilitas harga di pasar. “Ketahanan pangan adalah bentuk nyata kehadiran negara. Ketika negara mampu menjaga pasokan pangan, negara sedang menjalankan fungsi melindungi rakyat dari ancaman kelangkaan dan kenaikan harga kebutuhan pokok,” ujar Prayogi.
Ia menilai langkah Bulog menyerap hasil panen petani juga menjadi bagian dari upaya negara memberikan kepastian ekonomi kepada masyarakat desa. Dengan adanya penyerapan pemerintah, petani memiliki jaminan pasar sehingga produktivitas pertanian dapat terus berkembang.
Stok Beras Jawa Timur Perkuat Cadangan Pangan Nasional
Berdasarkan data Bulog Jawa Timur, stok beras di wilayah tersebut mencapai 1,3 juta ton atau sekitar 25 persen dari total stok pangan nasional yang mencapai 5 juta ton. Capaian tersebut menjadi salah satu stok tertinggi sepanjang keberadaan Bulog. Selain memenuhi kebutuhan masyarakat Jawa Timur, stok tersebut juga digunakan untuk membantu daerah lain yang mengalami defisit pangan, seperti Papua, Riau, Kalimantan Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.
Prayogi menilai distribusi pangan antarwilayah menunjukkan pentingnya tata kelola pangan nasional yang terintegrasi. Pemerintah tidak hanya perlu memastikan produksi meningkat, tetapi juga memastikan jalur penyimpanan dan distribusi berjalan efektif. “Produksi pangan yang besar tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak didukung sistem penyimpanan dan distribusi yang kuat. Karena itu, pembangunan infrastruktur pangan harus menjadi prioritas nasional,” katanya.
Prinsip Partai X: Negara Hadir Menjamin Keadilan dan Kesejahteraan
Prayogi menyampaikan bahwa prinsip Partai X menempatkan kesejahteraan rakyat sebagai tujuan utama dalam setiap kebijakan negara. Pengelolaan pangan harus dilakukan dengan prinsip keberpihakan kepada rakyat, kemandirian nasional, serta keadilan ekonomi. Dalam perspektif tersebut, penguatan Bulog melalui penambahan gudang harus diarahkan untuk mencapai beberapa tujuan:
1. Menjamin Kepentingan Rakyat sebagai Prioritas Utama
Kebijakan pangan harus memastikan masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang wajar. Negara tidak boleh membiarkan masyarakat menjadi korban dari gejolak harga pangan.
2. Melindungi Petani dan Memperkuat Produksi Dalam Negeri
Petani harus menjadi bagian utama dalam pembangunan ketahanan pangan. Pemerintah perlu memastikan hasil produksi petani mendapatkan harga yang layak serta akses pasar yang jelas.
3. Membangun Tata Kelola Pangan yang Efektif
Pengelolaan cadangan pangan nasional membutuhkan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, petani, dan pelaku usaha agar distribusi pangan berjalan efisien.
4. Mendorong Kemandirian Pangan Nasional
Ketahanan pangan harus dibangun dengan mengoptimalkan potensi produksi dalam negeri sehingga Indonesia tidak bergantung secara berlebihan pada pasokan pangan dari luar negeri.
Solusi Partai X: Perkuat Sistem Pangan dari Hulu hingga Hilir
Prayogi menyampaikan beberapa solusi yang sejalan dengan prinsip Partai X untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
1. Modernisasi Infrastruktur Penyimpanan dan Distribusi
Pemerintah perlu terus memperluas fasilitas pergudangan, termasuk cold storage dan pusat distribusi pangan, agar hasil produksi petani dapat tersimpan dengan baik dan tersedia sepanjang waktu.
2. Integrasi Data Produksi dan Kebutuhan Pangan Nasional
Menurut Prayogi, pemerintah perlu memiliki sistem data pangan yang akurat mengenai produksi, konsumsi, stok, dan distribusi agar kebijakan pangan dapat dibuat berdasarkan kondisi nyata di lapangan.
3. Memperkuat Kemitraan dengan Petani
Bulog dan pemerintah daerah perlu memperluas kerja sama langsung dengan kelompok tani agar proses penyerapan hasil panen lebih cepat dan memberikan manfaat ekonomi bagi petani.
4. Menjaga Stabilitas Harga bagi Petani dan Konsumen
Negara harus menjalankan dua fungsi secara seimbang, yakni memastikan petani mendapatkan harga yang menguntungkan sekaligus menjaga agar masyarakat mampu membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
5. Mendorong Regenerasi dan Kesejahteraan Petani
Ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga keberlanjutan sumber daya manusia pertanian. Pemerintah perlu mendorong generasi muda agar tertarik mengembangkan sektor pertanian.
Ketahanan Pangan Harus Menjadi Agenda Strategis Negara
Prayogi menegaskan penguatan jaringan gudang Bulog merupakan langkah positif, namun harus menjadi bagian dari strategi besar pembangunan pangan nasional.
Menurutnya, negara tidak cukup hanya merespons persoalan pangan ketika terjadi krisis. Negara harus membangun sistem yang mampu mencegah gangguan pasokan, menjaga kesejahteraan petani, serta memastikan masyarakat mendapatkan pangan yang berkualitas. “Ketika negara menjaga pangan, negara sedang menjaga kehidupan rakyat. Ketahanan pangan bukan hanya tentang stok beras, tetapi tentang keberpihakan negara terhadap kesejahteraan seluruh masyarakat,” ujar Prayogi.
Dengan pendekatan kritis, obyektif, dan solutif, penguatan infrastruktur pangan melalui Bulog diharapkan mampu menjadi fondasi menuju kemandirian pangan nasional dan peningkatan kesejahteraan rakyat.



